29-04-2008
TIDAK LAMA LAGI DIY MILIKI INLAND PORT
Dilatarbelakangi kondisi perekonomian Propinsi DIY khususnya Kabupaten Bantul pasca gempa Mei 2006 yang mengalami penurunan kinerja yang ditandai dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya jumlah pengangguran, terbatasnya sarana dan prasarana penunjang usaha mengakibatkan dunia usaha tidak bisa berkembang secara pesat, serta perlunya pemerintah dalam konteks good governance mempercepat ataupun mendorong pihak pihak lain (swasta) ikut berperan serta dalam pembangunan sarana dan prasarana.
Hal tersebut diatas juga didasari fakta riil di lapangan bahwa kemampuan pemerintah dalam penyediaan prasarana masih sangat terbatas, jumlah investasi masih kurang, pertumbuhan lapangan kerja dan ekspor relatif lambat, disisi lain UMKM mempunyai peran yang signifikan dalam menyerap tenaga kerja dan berkontribusi dalam peningkatan ekspor. Dalam realitas yang lain manfaat riil ekspor dari DIY tidak cukup bisa dimanfaatkan secara maksimal bagi wilayah DIY sendiri karena selama ini masih bergantung melalui pelabuhan Tanjung Emas dan Tanjung Perak. Menurut data dari Disperindagkop Propinsi DIY pada tahun 2005 nilai ekspor DIY yang melalui pelabuhan Tanjung Emas sebesar 100.754 dengan pangsa sebesar 70,23 sehingga tercatat angka pertumbuhan mencapai 26,66. Pada tahun 2006 nilai ekspor DIY yang melalui pelabuhan Tanjung Emas sebesar 93.625 dengan pangsa sebesar 67,61. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa manfaat dari ekspor justru dinikmati oleh orang diluar DIY khususnya terkait dengan pajak dll.
Dalam kenyataannya pusat pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah DIY tersebar hampir di seluruh wilayah provinsi DIY, sehingga kehadiran InLand Port menjadi dibutuhkan di wilayah ini. Inland Port adalah terminal intermodal yang mempunyai code number international dan dilengkapi dengan pelayanan pergudangan, konsolidasi, kontainer depo, kepabeanan, kantor agen dll. Fasilitas inland port antara lain adalah; tempat penimbunan sementara, pergudangan dengan fasilitas packaging, konsolidasi, labelisasi, sorting, pick and pack dan product exhibitions, container depo, kantor agen pengapalan, kantor agen pesawat udara, custom brokerage, operator logistik, gudang domestik, jasa kurir ekspress, bank, konsoidator, trucking company, fasilitas pencucian dan reparasi kontainer dll.
Manfaat dari dibangunnya fasilitas inland port ini adalah untuk mendukung kegiatan ekspor UMKM, meningkatkan PAD, memudahkan urusan dokumen kepabeanan ataupun barang, mengurangi biaya biaya ekspor dan impor, membantu kelancaran arus barang, menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dan investasi, penciptaan lapangan kerja, mengurangi kerusakan dan kemacetan jalan serta efisiensi waktu karena ketersediaan kontainer, penerbitan B/L dan pencairan L/C bisa dilakukan di tempat.
Inland Port yang dibangun oleh PT. Buana Terminal Niaga bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bantul di desa Argosari, Sedayu, Bantul menempati lahan seluas 6 ha dengan nilai investasi 17 M. Saat ini pembangunan inland port ini tengah berlangsung. Fasilitas ini nantinya akan mendukung dibangunnya terminal angkutan barang yang direncanakan dibangun diwilayah Kabupaten Kulonprogo. (fe) |