25-09-2007
POTENSI INVESTASI DI TPA SAMPAH PIYUNGAN
Keberadaan TPA Sampah Piyungan yang merupakan tempat pembuangan akhir sampah bersama di Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta yang dimanfaatkan oleh Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul sejak tahun 1995 ternyata menyimpan banyak potensi investasi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya calon investor yang mulai melirik pemanfaatan sampah sebagai sumber energi terbarukan. Salah satu yang mulai mendapatkan perhatian banyak calon investor adalah pemanfaatan gas metana (CH4) dari sampah dalam rangka mekanisme pembangunan bersih (CDM Project).
Pemanfaatan gas metana dari sampah tidak bisa dilepaskan dari suatu upaya nyata yang harus dilaksanakan oleh negara berkembang dalam rangka mengatasi perubahan iklim akibat kerusakan gas rumah kaca di atmosfer bumi.
Tercatat ada 5 investor telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di TPA Piyungan yaitu Kelompok Bisnis Arifin Panigoro, PT. EcoSecurities Indonesia, Konsorsium Shimizu dan Chugoku Epco Jepang bersama BPPT - Indonesia, PT. Global Eco Rescue Indonesia, PT. Buana Petrolindo.
Sampai dengan bulan September 2007 tercatat PT. EcoSecurities Indonesia, Konsorsium Shimizu dan Chugoku Epco Jepang bersama BPPT - Indonesia telah melaksanakan studi kelayakan pendahuluan untuk mengetahui TOC (Total Organic Carbon) yang ada di TPA Piyungan. Hasil studi ini diperkirakan akhir Oktober 2007 dapat dipresentasikan di depan Bupati/Walikota.
Namun hal yang paling krusial dalam rangka investasi di TPA Sampah Piyungan adalah penyelamatan lingkungan hidup secara berkelanjutan, permasalahan sampah di Perkotaan Yogyakarta dapat diselesaikan serta terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat. Semoga !. (fer) |